Selama beberapa dekade, Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang secara hukum melarang perempuan mengemudi. Banyak ulama berpendapat bahwa larangan tersebut tidak memiliki dasar dalam Islam — bahkan istri-istri Nabi Muhammad mengendarai unta dan kuda. Kemudian, pada September 2017, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud menandatangani dekret bersejarah yang mencabut larangan perempuan mengemudikan mobil. Tiga bulan kemudian, larangan tersebut juga dicabut untuk sepeda motor dan truk.
Pada hari Senin, 4 Juni 2018, perempuan Arab Saudi pertama secara resmi menerima surat izin mengemudi (SIM) mereka, yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Lalu Lintas. Pencapaian ini terjadi tiga minggu sebelum dekret kerajaan resmi berlaku. Polisi lalu lintas membagikan video upacara tersebut: seorang petugas menyambut pengemudi baru, memberikan instruksi, dan menyerahkan SIM — disambut dengan tepuk tangan dari para hadirin.
Upacara penyerahan SIM berlangsung di beberapa kota di seluruh kerajaan. Pihak berwenang Arab Saudi juga mengizinkan perempuan yang memiliki SIM yang masih berlaku dari negara-negara yang diakui oleh Arab Saudi untuk menukarkannya dengan SIM Arab Saudi dan langsung dapat mengemudi begitu undang-undang tersebut berlaku. Sejak 24 Juni 2018, setiap perempuan berusia di atas 18 tahun memiliki hak hukum untuk mengemudi di Arab Saudi.
Bagaimana Hak Mengemudi Perempuan Sebelum Reformasi 2018?
Sebelum reformasi, perempuan yang mengemudi di Arab Saudi mendapat hukuman berat. Jika seorang perempuan tertangkap mengemudi di tempat umum, ia bisa menghadapi penangkapan atau denda yang besar. Larangan mengemudi menjadi salah satu simbol ketidaksetaraan gender yang paling terlihat di kerajaan ultrakonservatif ini dan merusak reputasi internasional Arab Saudi.
Arab Saudi adalah monarki Muslim yang diatur oleh hukum Syariah. Selama bertahun-tahun, pejabat pemerintah menyebutkan berbagai alasan untuk membenarkan larangan perempuan mengemudi, termasuk:
- Klaim bahwa laki-laki dan perempuan tidak bisa memiliki hak yang setara di jalan raya
- Pernyataan bahwa surat izin mengemudi akan menyebabkan perselisihan dalam keluarga
- Klaim pseudoilmiah bahwa mengemudi dapat merusak ovarium perempuan dan mengganggu proses reproduksi
Pencabutan larangan ini secara luas dipandang sebagai upaya pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan citra globalnya dan memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara Barat.
Kronologi: Perjuangan Perempuan untuk Hak Mengemudi di Arab Saudi
Perempuan Arab Saudi dan para aktivis hak asasi manusia berkampanye selama beberapa dekade untuk membatalkan larangan mengemudi. Berikut adalah momen-momen penting dalam perjuangan tersebut:
- 1990-an: Puluhan perempuan mengemudikan mobil di sepanjang jalan utama Riyadh dalam aksi protes yang berani. Para peserta ditahan oleh polisi dan baru dibebaskan setelah suami dan ayah mereka berjanji bahwa perempuan tersebut tidak akan mengemudi lagi.
- Juni 2011: Kampanye baru mencatat lebih dari 70 kasus perempuan mengemudi oleh aparat penegak hukum. Aktivis Shaima Jastaniah dijatuhi hukuman 10 kali cambuk, meskipun putusan tersebut kemudian dibatalkan.
- Juli 2013: Perempuan merencanakan protes mengemudi massal, tetapi Kementerian Dalam Negeri memperingatkan perempuan agar tidak mengemudi tiga hari sebelum tanggal yang dijadwalkan. Pada hari aksi yang direncanakan, blokade jalan yang diperkuat dipasang di seluruh Riyadh.
- 2013–2017: Perempuan Arab Saudi meluncurkan beberapa kampanye media sosial yang menuntut hak untuk mengemudi. Meskipun tidak ada undang-undang eksplisit yang melarang perempuan mengemudi, hanya laki-laki yang diizinkan memperoleh SIM. Perempuan yang mengemudi secara ilegal menghadapi penangkapan dan pemenjaraan.
- September 2017: Raja Salman menandatangani dekret bersejarah yang mengizinkan perempuan mengemudi, yang sebagian besar dikaitkan dengan pengaruh Putra Mahkota Muhammad bin Salman, yang telah memperjuangkan reformasi ekonomi dan sosial secara luas di seluruh kerajaan.

Bagaimana Perempuan Mengemudi Mengubah Kehidupan Sehari-hari di Arab Saudi?
Pencabutan larangan mengemudi telah membawa manfaat praktis yang signifikan bagi perempuan Arab Saudi dan perekonomian secara luas:
- Akses yang lebih mudah ke lapangan kerja: Sebelumnya, banyak perempuan bergantung pada taksi atau sopir pribadi untuk berangkat kerja. Tingginya biaya layanan ini membuat sebagian perempuan enggan bekerja sama sekali.
- Kemandirian pribadi yang lebih besar: Perempuan kini dapat menjalankan urusan, menghadiri janji temu, dan bepergian dengan bebas tanpa bergantung pada kerabat laki-laki atau sopir sewaan.
- Pertumbuhan ekonomi: Lebih banyak pengemudi di jalan berarti peningkatan konsumsi bahan bakar dan partisipasi yang lebih luas dalam angkatan kerja.
Sebagai persiapan menjelang tanggal efektif 24 Juni 2018, sebuah komite pemerintah khusus menangani berbagai isu terkait implementasi. Ini termasuk melatih petugas polisi untuk berinteraksi secara tepat dengan pengemudi perempuan sesuai dengan norma-norma Islam, serta memutuskan apakah perempuan memerlukan izin dari wali laki-laki untuk memperoleh SIM.
Dekret kerajaan menyatakan: “Untuk mengadopsi penerapan peraturan lalu lintas dan aturan pelaksanaannya, termasuk penerbitan surat izin mengemudi, baik untuk laki-laki maupun perempuan, dan untuk membentuk komite tingkat tinggi yang terdiri dari para menteri guna menelaah langkah-langkah yang diperlukan untuk menegakkan peraturan tersebut.”
Bagaimana Reaksi Dunia terhadap Perempuan Arab Saudi yang Mengemudi
Perusahaan otomotif besar di seluruh dunia merayakan perubahan bersejarah ini dan mengucapkan selamat kepada perempuan Arab Saudi:
- Ford memposting foto mata seorang perempuan di kaca spion dengan keterangan “Selamat datang di kursi pengemudi.”
- Jaguar membagikan video pendek kunci mobil yang meluncur ke arah tas tangan seorang perempuan, dengan keterangan “Jalan raya milikmu.”
- Volkswagen menerbitkan gambar tangan seorang perempuan di latar belakang gelap dengan frasa “Giliranku.”
- Mini menyarankan bahwa segera akan ada tempat parkir khusus perempuan di Arab Saudi.
Masyarakat umum juga merespons dengan humor — media sosial dipenuhi dengan gambar-gambar mobil berwarna hitam yang dilengkapi celah mata, merujuk secara jenaka pada pakaian tradisional Arab Saudi.
Tantangan dan Kemunduran Setelah Larangan Mengemudi Dicabut
Tidak semua orang menyambut reformasi ini. Tak lama setelah dekret diumumkan, sebuah video beredar di internet yang menampilkan seorang pemuda yang mengancam akan membakar perempuan yang berani mengemudi. Ia ditahan oleh polisi di Provinsi Timur dalam beberapa hari.
Tragisnya, ada juga insiden fatal selama masa transisi. Pada Oktober 2017, seorang perempuan di Jeddah sedang berlatih mengemudi di bawah pengawasan suaminya ketika ia kehilangan kendali atas kendaraan, menabrak pembatas beton, dan meninggal di tempat kejadian sebelum ambulans tiba. Suaminya selamat dan dirawat di rumah sakit.
Pada bulan yang sama, 2 Oktober 2017, seorang pengemudi perempuan bertabrakan dengan sebuah truk. Pengemudi tersebut terluka dan dirawat di rumah sakit, tetapi penumpangnya yang berusia tiga belas tahun meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Pentingnya Surat Izin Mengemudi yang Sah bagi Perempuan di Arab Saudi
Insiden-insiden ini menegaskan pentingnya pelatihan mengemudi yang tepat dan perizinan bagi semua pengendara. Semua pengemudi di Arab Saudi — baik laki-laki maupun perempuan — diwajibkan memiliki surat izin mengemudi yang sah. Bagi mereka yang bepergian ke luar negeri, surat izin mengemudi internasional bisa sangat berguna. Sangat mudah untuk menerbitkan surat izin mengemudi seperti itu – Anda dapat melakukannya langsung di situs web kami.
Diterbitkan Februari 21, 2026 • 6m untuk membaca